Memandang Euthanasia dari Perspektif Islam

euthanasia-killing-or-caringPos WordPress

DI Indonesia sendiri tindakan Euthanasia ini masih tergolong Ilegal. Disebutkan dibeberapa pasal-pasal,diantaranya pasal 340 KUHP bahwa “Barang siapa dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain,dihukum,karena pembunuhnan direncanakan (moord) dengan hukuman mati atau penjara selama-lamanya seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.”

Namun meskipun tindakan ini termasuk ilegal di negeri kita,nyatanya disadari atau tidak,tindakan ini banyak dilaksanakan dengan tujuan untuk mengakhiri penderitaan orang yang bersangkutan,atau karena ketidak adaan biaya perawatan yang mengakibatkan keluarga terpaksa menghentikan proses perawatan yang berujung pada kematian pasien.

Selama bertahun-tahun tindakan ini menimbulkan pro dan kontra di berbagai pihak,ada yang menyetujui tindakan ini karena dianggap merupakan satu-satunya jalan untuk bisa mengakhiri penderitaan yang dirasakan pasien,ada pula yang menganggap bahwa tindakan ini termasuk kategori pembunuhan. Lalu bagaimana islam memandang fenomena Euthanasia ini?

Sesungguhnya hidup dan mati itu ada ditangan Allah SWT, Ath Thobariy mengatakan bahwa Allah akan mematikan siapa saja dan apa saja. Begitu pula ia akan memberi kehidupan pada siapa saja dan apa saja hingga waktu yang ditentukan.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2)

Allah SWT menghendaki agar kita selalu optimis dalam menghadapi berbagai macam musibah,karena sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Dan sebagai umat yang beriman kita harus yakin bahwa Allah SWT  akan memberikan rahmat-Nya kepada hamba-hambanya yang bersabar dan tidak berputus asa.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Maksudnya adalah kita tidak boleh berputus asa ketika ditimpa musibah,kita harus yakin akan rahmat Allah SWT dan memohon ampunan dari segala dosa. Ayat ini menegaskan bahwa kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Islam sangat mengharamkan tindakan menghilangkan nyawa dengan cara apapun baik yang dilakukan sendiri,ataupun dilakukan oranglain.

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلا تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ مِنْ إِمْلاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).” ( Al-An’am :151)

Pada ayat diatas terdapat pengecualian,yang dimaksud pengecualian disini adalah seperti membunuh pada saat berperang melawan orang kafir. Inilah yang diisyaratkan membunuh dengan alasan yang dibenarkan.

ﻴٰﺎ َﻴُّﻬَﺎﺍﻠّﺬِﻴْﻦَ ﺍٰﻤَﻨُﻭﺍ ﻻَﺘﺄﻜُﻠﻭﺍ ﺍَﻤْﻮَﺍﻠَﻜُﻢْ ﺒَﻴْﻨَﻜُﻢ ﺒِﺎ ﻠْﺒَﺎﻄِﻞِ ﺍِﻻﱠ ﺃﻦْ ﺘَﻜُﻮﻦَ ﺘِﺠَﺎﺮَﺓً ﻋَﻦْ ﺘَﺮَﺍﺾٍ ﻤِّﻧْﻜﻢْ ۚ

ﻮَﻻَﺘَﻘﺘﻠﻮﺍ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢۚ ﺇﻦﺍﷲ ﻜﺎﻦﺑﻜﻢ ﺮﺤﻴﻤﺎ۝

Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta kamu di antara kamu dengan jalan yang bathil kecuali dengan jalan perniagaan yang berdasarkan kerelaan di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh diri kamu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang Kepadamu.” ( AN-Nisa: 29)

 

Kesimpulannya adalah bahwa Islam sangat mengharamkan tindakan Euthanasia karena tergolong tindakan pembunuhan atau bunuh diri yang mengakibatkan dosa besar. Allah SWT menghendaki agar hamba-hambanya tidak berputus asa dalam menghadapi berbagai macam cobaan serta betawakal. Selain itu sesungguhnya hidup dan mati itu ada di tangan Allah SWT.

Sumber :

AL-Quran

(2007). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Yogyakarta : Pustaka Yustisia.

Apa itu Euthanasia ?

euthanasia

Tahukah kalian apa itu Euthanasia? Euthanasia itu adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis untuk mengakhiri hidup pasien,tujuannya untuk menghilangkan penderitaan yang dirasakan pasien-pasien yang merasa sudah tidak memiliki harapan untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya, tindakan ini harus mendapat persetujuan dari pihak pasien,ataupun dari keluarganya.

Euthanasia itu sendiri dilihat dari cara pelaksanaanya dibagi menjadi dua,yaitu :

  1. Euthanasi Aktif : Euthanasia aktif adlah perbuatan yang dilakukan secara medik melalui interfensi aktif oleh seorang dokter dengan tujuan mengakhiri hidup manusia.

Euthanasia aktif ini dapat pula dibedakan atas :

  • Euthanasia aktif langsung (direct) : Euthanasi aktif langsung adalah dilakukannya tindakan medik secara yang diperhitungkan akan mengakhiri hidup pasien,atau memperpendek hidup pasien. Jenis euthanasia ini dikenal juga dengan mercy killing.
  • Euthansiaa aktif tidak langsung (indirect) : Euthanasia aktif tidak langsung adalah dimana dokter atau tenaga kesehatan melakukan tindakan medik untuk meringankan penderitaan pasien,namun mengetahui adanya resiko tersebut dapat memperpendek atau mengakhiri hidup pasien.
  1. Euthanasia Pasif : Euthanasia pasif adalah perbuatan menghentikan atau mencabut segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup manusia.

Sumber :

Amir,Amri.,&Jusuf,Hanafiah. (1999). Buku Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, Jakarta : EGC.